
Muara Bulian, MTsN 1 (TIM WEB) --- Kementerian Agama (Kemenag) RI secara resmi kembali membuka kesempatan bagi para ASN, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum untuk meningkatkan kompetensi melalui platform MOOC (Massive Open Online Course) Pintar.
Untuk periode tahun 2026, rangkaian pelatihan akan dimulai pada bulan Maret ini dan dijadwalkan terus berlangsung secara berkelanjutan hingga Juni 2026.
Sama seperti periode sebelumnya, pelatihan ini dilakukan sepenuhnya secara daring (online). Peserta diberikan kebebasan untuk mengatur waktu belajar mereka sendiri (mandiri) tanpa terikat jadwal tatap muka virtual yang kaku. Hal ini memudahkan para guru dan pegawai di pelosok negeri untuk tetap upgrade ilmu di sela-sela kesibukan mengajar atau melayani masyarakat.
Berikut adalah poin-poin penting terkait pelaksanaan MOOC Pintar tahun ini:
- Waktu Pelaksanaan: Pendaftaran dimulai secara bertahap sejak awal Maret 2026.
- Target Peserta: ASN Kemenag, PPPK, Guru Madrasah, Penyuluh Agama, serta masyarakat umum yang berminat.
- Metode: Asynchronous (Belajar mandiri melalui video, materi bacaan, dan kuis).
- Sertifikat: Peserta yang dinyatakan lulus (memenuhi nilai ambang batas) akan mendapatkan Sertifikat Pelatihan resmi dengan beban jam pelajaran (JP) tertentu.
Fokus utama Kemenag pada periode Maret hingga Juni ini mencakup beberapa materi strategis, di antaranya adalah optimalisasi Metodologi Pembelajaran Kontemporer, internalisasi Moderasi Beragama, integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam tata kelola administrasi madrasah, serta pendalaman Bimbingan Teknis Kurikulum Nasional.
Menanggapi pembukaan periode baru MOOC Pintar ini, Kepala MTsN 1 Batang Hari, Bapak Doni Parizal, S.Pd., M.Pd., menyambut positif dan mendorong seluruh tenaga pendidik maupun kependidikan di lingkungan madrasah untuk aktif berpartisipasi.
"Kehadiran MOOC Pintar periode Maret hingga Juni 2026 ini merupakan peluang emas bagi kita semua. Di era digital ini, guru tidak boleh berhenti belajar. Saya berharap seluruh GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) MTsN 1 Batang Hari dapat memanfaatkan fasilitas dari Kemenag ini untuk meningkatkan kompetensi diri tanpa mengganggu tugas utama di madrasah, karena sistemnya yang fleksibel," ujar Pak Doni.
Beliau juga menekankan bahwa hasil dari pelatihan ini nantinya diharapkan tidak hanya sekadar mengejar sertifikat, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses belajar mengajar.
"Target kita adalah peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. Jika gurunya terus update ilmu, maka siswa-siswi kita di Batang Hari pun akan mendapatkan dampak positifnya secara langsung," tambah Pak Doni.
Melalui partisipasi aktif dalam MOOC Pintar ini, MTsN 1 Batang Hari berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan demi mewujudkan madrasah yang lebih mandiri dan berprestasi. (25/03) (FD)
|
183x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...