
KEMENAG, MTsN 1 Batang Hari (TIM WEB) --- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Hari melalui UPTD Laboratorium Lingkungan merilis laporan resmi pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk wilayah Muara Bulian periode 17 hingga 18 Oktober 2026 (pukul 09.00 WIB s.d. 09.00 WIB). Berdasarkan hasil pemantauan rata-rata 24 jam menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS), nilai ISPU parameter "PM" 2,5 menembus angka 252 dengan kriteria "Sangat Tidak Sehat".
Pengukuran yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020 tersebut juga mencatat kelembaban udara sebesar 60,2%, tekanan udara 1006,8 mBar, serta suhu udara mencapai 32,5 C. Tingkat pencemaran udara pada rentang kategori ini (201-300) berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan mendasar bagi segmen populasi yang terpapar.
Rincian Data Parameter Kualitas Udara Muara Bulian
Berdasarkan publikasi resmi UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Batang Hari, berikut rincian indikator kondisi udara wilayah Muara Bulian:
Indeks Pencemar Utama: "PM" 2,5 berada pada angka 252 (Sangat Tidak Sehat/Warna Merah).
Kondisi Meteorologis:
Suhu Udara: 32,5 C
Kelembaban Udara: 60,2%
Tekanan Udara: 1006,8 mBar
Potensi Risiko: Mengganggu saluran pernapasan serta meningkatkan risiko kesehatan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit respiratorik.
Himbauan dan Respons Kepala MTsN 1 Batang Hari
Menanggapi laporan resmi krisis kualitas udara dari DLH Kabupaten Batang Hari tersebut, Kepala MTsN 1 Batang Hari, Bapak Doni Parizal, S.Pd., M.Pd., menginstruksikan seluruh warga madrasah untuk meningkatkan kewaspadaan serta terus memperketat protokol kesehatan.
"Alhamdulillah, data resmi rilis ISPU dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Hari mengenai angka pencemaran udara sebesar 252 dengan kategori Sangat Tidak Sehat ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Kami mengingatkan seluruh siswa, guru, serta staf MTsN 1 Batang Hari agar membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker standar kesehatan saat terpaksa keluar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta konsisten menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan disiplin demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama," tegas Bapak Doni Parizal.
Sinergi Menjaga Kesehatan di Tengah Kabut Asap
Dengan belum stabilnya kualitas udara di Muara Bulian, pihak MTsN 1 Batang Hari terus berkoordinasi secara berkala dengan pihak Kemenag Batang Hari dan Pemkab Batang Hari terkait kebijakan proses pembelajaran. Harapan besar ditujukan agar paparan kabut asap dapat segera mereda sehingga kondisi kesehatan lingkungan kembali pulih seperti sedia kala. (19/10) (WE)
#Kemenag RI
#Kanwil Kemenag Provinsi Jambi
#Kemenag Batang Hari
#MTsN 1 Batang Hari
|
111x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...