
Muara Bulian, MTsN 1 (TIM WEB) --- Kementerian Agama (Kemenag) melalui jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mempertegas kebijakan operasional pendidikan bagi seluruh madrasah di Indonesia. Dalam informasi terbaru yang dirilis melalui poster edukasi resmi, pemerintah menginstruksikan agar seluruh madrasah tetap menyelenggarakan kegiatan Belajar Tatap Muka secara penuh dan tidak menerapkan sistem bekerja dari rumah (Work From Home) bagi tenaga pendidik dan kependidikan.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan proses transformasi ilmu dan karakter siswa tetap berjalan optimal di bawah pengawasan langsung para guru di kelas.
Langkah untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka ini bertujuan untuk menjaga kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang lebih interaktif dan efektif. Dengan kehadiran fisik di madrasah, interaksi antara guru dan murid dapat terjalin lebih kuat, yang merupakan kunci utama dalam pendidikan akhlak dan pembentukan karakter khas madrasah.
Seluruh civitas akademika, mulai dari jenjang MI, MTs, hingga MA, diharapkan mematuhi instruksi ini dengan tetap mengedepankan kedisiplinan dan profesionalitas kerja di lingkungan sekolah masing-masing.
Kepala MTsN 1 Batang Hari, Bapak Doni Parizal, S.Pd., M.Pd., menyatakan kesiapan madrasah yang dipimpinnya untuk terus menjalankan instruksi pusat ini. Menurutnya, pembelajaran tatap muka sangat krusial, terutama dalam menghadapi agenda besar seperti persiapan Ujian Madrasah dan implementasi berbagai kurikulum penguatan karakter yang memerlukan pendampingan langsung.
"Sesuai arahan, madrasah kita tetap belajar tatap muka. Kehadiran guru di sekolah adalah bentuk dedikasi untuk memberikan layanan pendidikan terbaik secara langsung kepada siswa, sehingga tidak ada learning loss dan kualitas pendidikan kita tetap terjaga," ungkap Bapak Doni Parizal.
Kebijakan "Tidak Work From Home" ini juga selaras dengan semangat pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kemenag, di mana kehadiran dan kinerja ASN diukur secara nyata melalui sistem pelaporan digital yang akuntabel. Dengan tetap berada di madrasah, para guru juga dapat lebih fokus dalam mengikuti berbagai pengembangan kompetensi melalui platform pelatihan resmi guna menunjang kualitas pengajaran.
Melalui kebijakan ini, diharapkan seluruh madrasah di Kabupaten Batang Hari dapat terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi hebat yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual. (07/04) (WE)
|
98x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...