
Muara Bulian, MTsN 1 (TIM WEB) --- Libur panjang seringkali identik dengan euforia pulang kampung dan bersantai bersama keluarga besar. Namun, ada pesan penting yang terselip di balik keriuhan liburan tahun ini. Anugrah Alfahri, siswa berprestasi dari kelas 8.B saat mengisi acara Khotmil Qur’an yang di laksanakan pada Jum’at (13/04), menyampaikan sebuah tausiyah singkat namun mendalam mengenai pentingnya menjaga konsistensi ibadah di tengah masa liburan.
Dalam penyampaiannya yang santun, Fahri mengingatkan rekan-rekannya bahwa status "libur" hanya berlaku untuk kegiatan sekolah, bukan untuk kewajiban kepada Allah SWT.
Ada tiga pesan kunci yang ditekankan oleh Fahri dalam tausiyahnya:
- Ibadah sebagai Jangkar: Di tempat baru atau suasana yang berbeda, salat lima waktu harus tetap menjadi prioritas utama sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan selama perjalanan.
- Melawan Rasa Malas: Suasana kampung yang nyaman seringkali membuat kita terlena. Anugrah mengajak rekan-rekannya untuk tetap menjaga salat sunnah dan tadarus Al-Qur'an meski hanya beberapa ayat.
- Adab di Kampung Halaman: Menjaga ibadah bukan hanya soal ritual, tapi juga tentang menunjukkan akhlak mulia di depan sanak saudara sebagai cerminan siswa yang terdidik secara spiritual.
"Jangan sampai kegembiraan kita bertemu sanak saudara membuat kita lupa pada Dzat yang mempertemukan kita. Liburan adalah momentum untuk 'recharge' energi, tapi ibadah adalah cara kita menjaga hati tetap tenang," ujar Fahri di hadapan teman-temannya.
Aksi Fahri ini mendapat apresiasi positif. Pesannya menjadi pengingat bagi seluruh siswa, agar tetap membawa identitas sebagai muslim yang taat ke mana pun kaki melangkah. Dengan menjaga ibadah, liburan tidak hanya memberikan kesenangan fisik, tetapi juga keberkahan batin. (15/03) (FD)
|
171x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...