
Muara Bulian, MTsN 1 (TIM WEB) --- Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama MTsN 1 Batang Hari pada Senin pagi. Di Seluruh Civitas Akademik mulai dari siswa, Majelis guru, dan staf TU madrasah berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera rutin guna mengawali pekan dengan semangat nasionalisme dan kedisiplinan.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Robiatul Al Adawiyah, S. Pd., (Guru Bahasa Indonesia) memberikan amanat yang cukup unik dan menyentuh hati. Alih-alih hanya membahas kedisiplinan umum, beliau membawa sebuah tema inspiratif bertajuk "Pensil dalam Kehidupan: Filosofi di Kehidupan Sehari-hari".

Dalam orasinya di hadapan ratusan siswa, Ibu Robiatul menjabarkan bahwa sebuah pensil sederhana menyimpan pelajaran hidup yang besar bagi seorang pelajar:
Pentingnya Kualitas Diri (Isi Pensil): Beliau menekankan bahwa yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah kayu luarnya, melainkan arang (grafit) di dalamnya. "Sama halnya dengan manusia, yang utama bukanlah penampilan fisik, melainkan karakter dan kebaikan hati yang ada di dalam diri kita," ujarnya.
Proses "Diraut" (Ujian dan Belajar): Untuk menjadi tajam dan berguna, sebuah pensil harus melewati proses diraut yang menyakitkan. Hal ini diibaratkan sebagai proses belajar dan ujian. Siswa diminta tidak takut menghadapi kesulitan, karena itulah yang akan menajamkan kecerdasan dan mental mereka.
Keberanian Memperbaiki Kesalahan (Penghapus): Pensil selalu menyertakan penghapus. Ibu Robiatul berpesan agar siswa tidak takut berbuat salah, asalkan memiliki keberanian untuk mengakui, menghapus kesalahan tersebut, dan memperbaikinya.
Meninggalkan Jejak Kebaikan: Ke mana pun pensil itu digerakkan, ia akan meninggalkan bekas. Beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk selalu menebar manfaat sehingga meninggalkan jejak (amal jariyah) yang baik di mana pun mereka berada.
Upacara yang berlangsung di bawah langit cerah ini ditutup dengan doa bersama. Kepala Madrasah berharap melalui amanat yang disampaikan oleh Ibu Robiatul Al Adawiyah, para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman filosofis dalam memandang kehidupan sehari-hari.
Kegiatan rutin ini kembali membuktikan bahwa lapangan upacara bukan sekadar tempat berbaris, melainkan ruang refleksi untuk membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berakhlakul karimah. (19/01) (WE)
|
298x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...